Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap – Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Indonesia telah lama mengalami kerugian akibat illegal fishing atau yang dikenal dengan istilah IUU Fishing.

Dalam satu dekade terakhir, kerugian ekonomi Indonesia akibat illegal fishing diperkirakan mencapai US$20 miliar per tahun.

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Kerugian tersebut belum termasuk efek kumulatif yang ditimbulkan oleh kegiatan IUU Fishing seperti: berkurangnya pendapatan negara, rusaknya sumber daya laut, rusaknya lingkungan perairan, berkurangnya mata pencaharian nelayan nelayan, pelanggaran kedaulatan perikanan nasional dan kerugian lainnya. .

Curi Ikan, Kapal Vietnam Diledakkan Di Raja Ampat

Pemberantasan IUU Fishing merupakan salah satu prioritas nasional yang digariskan dalam Nawa Cita, yaitu mewujudkan negara kepulauan yang berdaulat dan mandiri melalui pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Misalnya, menyempurnakan dan mengeluarkan beberapa peraturan baru, membentuk Satgas 115, mempublikasikan data kapal penangkap ikan, memperkuat pengawasan kapal penangkap ikan, meningkatkan penegakan hukum, termasuk penenggelaman kapal. Kegiatan IUU Fishing di Perairan Indonesia.

Dalam upaya mendukung kebijakan nasional pemberantasan IUU Fishing, Indonesia akan terus menggunakan platform kerja sama regional dan internasional, termasuk ASEAN yang merupakan landasan politik luar negeri Indonesia.

Di ASEAN, Indonesia terus berperan aktif, antara lain terus mendorong kerja sama maritim, pengelolaan perikanan, serta menjadi kekuatan dan pionir dalam penguatan kerja sama.- ASEAN berupaya memberantas IUU fishing.

Menciptakan Kawasan Bebas Iuu Fishing Di Asean

Dialog yang mempromosikan pemberantasan IUU Fishing di berbagai forum kerjasama di ASEAN merupakan agenda utama di Indonesia untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dan menjajaki kemungkinan kerjasama untuk mengatasi permasalahan IUU Fishing ini.

Mengingat IUU Fishing bersifat internasional yang dilakukan oleh kapal asing dengan awak kapal yang berasal dari berbagai negara, termasuk negara ASEAN, maka permasalahan ini tidak mungkin dapat diselesaikan di satu negara saja.

ASEAN dalam hal ini merupakan pintu pertama perjuangan Indonesia untuk memberantas IUU Fishing baik di perairan teritorialnya maupun di perairan sekitarnya.

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Upaya Indonesia untuk mengembangkan kerjasama dan dialog IUU Fishing di ASEAN terutama dilakukan melalui dua pilar, yaitu Pilar Politik dan Keamanan ASEAN dan Pilar Ekonomi ASEAN. .

Aktivitas Perikanan Ilegal, Kegiatan Berbahaya Lintas Negara

Pada pilar Kebijakan dan Keamanan, pembahasan topik IUU Fishing difokuskan pada upaya membangun pemahaman bahwa masalah IUU Fishing merupakan ancaman bersama yang memerlukan upaya dan komitmen politik yang lebih kuat di ASEAN.

Pembahasan topik IUU Fishing di bidang Politik dan Keamanan selama ini diwarnai oleh perbedaan kepentingan dan pemahaman akan pentingnya IUU Fishing di antara negara-negara anggota ASEAN.

Beberapa negara menganggap upaya Indonesia memberantas IUU Fishing di ASEAN berdampak negatif dan menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi.

Negara-negara ini memiliki kepentingan untuk menangkap ikan sebanyak mungkin dan untuk alasan ini tidak mengherankan jika mereka menerapkan undang-undang yang lunak untuk menangani IUU Fishing. Tampaknya mereka “mengizinkan” kapal penangkap ikan mereka menangkap ikan secara ilegal di perairan negara lain.

Illegal Fishing: Arti, Ancaman, Dan Contohnya

Pada saat yang sama, Indonesia sebagai negara maritim yang terkena dampak tindak pidana IUU Fishing memiliki kepentingan untuk melestarikan sumber daya kelautan dan sumber daya perikanannya.

Sudah tepat jika Indonesia memilih penegakan hukum yang kuat (strict law) untuk memberantas IUU Fishing. Melihat dinamika di ASEAN tersebut, upaya Indonesia untuk memberantas IUU Fishing fokus pada:

(1) membangkitkan wacana dan pemahaman (pengarusutamaan) bahwa IUU Fishing merupakan isu penting yang memerlukan upaya kerjasama di kawasan Asia Tenggara;

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

(2) membangun wacana dan memahami bahwa illegal fishing dalam banyak kasus terkait dengan transorganized crime (COT);

Tni Al Kembali Tangkap Dua Kapal Bendera Vietnam

(4) upaya mendorong negara-negara untuk memenuhi kewajiban dan kehati-hatiannya dalam mencegah nelayan atau kapal penangkap ikan berbendera negaranya melakukan kegiatan IUU Fishing di perairan teritorial dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEZ) negara lain.

Upaya membangun wacana dan pemahaman (mainstreaming) tentang pentingnya isu ini dilakukan melalui pencantuman IUU Fishing dalam berbagai dokumen kebijakan dan kerjasama dengan ASEAN.

Salah satu dokumen yang menjadi acuan penting kerjasama ASEAN IUU Fishing yang berhasil dengan Indonesia adalah APSC Blueprint 2025 under action plan B.6.2.vii, yang berbunyi:

“Kami akan memperluas kerja sama maritim ASEAN untuk secara efektif memerangi kejahatan internasional seperti terorisme maritim, penyelundupan barang, manusia dan senjata, perdagangan narkoba, penyelundupan manusia, pembajakan, pemerasan, perampokan terhadap kapal, serta mengatasi tantangan lintas batas, termasuk masalah minyak. . tumpahan, dan ilegal, tidak diumumkan dan tidak terkendali, melalui tindakan nyata dan praktis, mempertahankan alur dari setiap laporan.”

Melihat 15 Kapal Yang Disita Satgas Illegal Fishing 115 Di Kaimana Papua Barat

Pada tahun 2015, Indonesia menginisiasi kesepakatan deklarasi EAS tentang peningkatan kerja sama maritim di kawasan, yang mencakup 5 pilar kerja sama maritim di kawasan. Dalam kemitraan ini, pemberantasan dan pencegahan IUU Fishing menjadi bagian penting dari kesepakatan tersebut.

Kerja sama terkait IUU Fishing dibahas di bidang tantangan lintas batas, lingkungan laut, serta kerja sama pencegahan produksi produk perikanan akibat kegiatan IUU.

Dengan menjadi tuan rumah ASEAN Maritime Forum ke-6 dan Expanded ASEAN Maritime Forum (EAMF) ke-4 di Manado pada September 2015, Indonesia secara khusus mengangkat pentingnya menangani isu IUU fishing.

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Pada pertemuan ini, Indonesia kembali mengusulkan pembentukan organisasi regional untuk bernegosiasi dengan IUUF dan mengajak negara-negara kawasan untuk mendukung inisiatif tersebut.

Pdf) Rekonsepsi Model Pencegahan Dan Pemberantasan Illegal Fishing Di Indonesia

Dalam kerangka ASEAN Regional Forum (ARF), Indonesia telah berhasil memasukkan kerjasama penanganan IUU Fishing dalam dokumen kerja ARF bidang konservasi laut yaitu Maritime Security Action Plan dari ARF 2015-2017.

Untuk mencapai hal tersebut, Indonesia bersama Amerika Serikat menyelenggarakan 2 (dua) workshop terkait IUU Fishing yaitu Workshop ARF Peningkatan Pengelolaan Perikanan di Honolulu pada Maret 2016 dan Workshop ARF tentang IUU Fishing IUU di Bali pada April 2016.

Sebagai tindak lanjut dari kedua workshop tersebut, pernyataan Menlu ARF saat ini sedang diusulkan untuk mengangkat isu IUU Fishing.

Isu pemberantasan IUU Fishing bukanlah hal baru. Masalah ini telah diatur oleh berbagai instrumen internasional seperti UNCLOS, United Nations Convention on Fish Stocks, the Convention on Port State Measures to Prevent, Suppress and Eliminate IUU Fishing (Konvensi PSM), yang disebutkan dalam resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menjadi salah satu topik khusus. ketentuan. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2025, dan dikendalikan oleh Organisasi Regional untuk Pengelolaan Perikanan (RFMO). Banyak negara, termasuk mitra dialog ASEAN yang sedang berkembang, menaruh perhatian besar terhadap isu IUU Fishing, seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Ancaman Iuuf Dan Keamanan Laut Di Indonesia

Dalam kaitan ini, Indonesia selalu berupaya memperkuat kerja sama pemberantasan IUU Fishing dengan negara mitra ASEAN. Beberapa deklarasi dan dokumen kerjasama dengan negara mitra, telah mencoba untuk mengakui masalah IUU Fishing sebagai bagian penting dan termasuk di dalamnya.

Sebagai contoh, ASEAN-U.S. Konferensi Kepemimpinan Khusus: Menyetujui Deklarasi Sunnylands pada Februari 2016 di Amerika Serikat. Selain itu, topik IUU Fishing telah masuk dalam Plan of Action (PoA) yang menjadi acuan berbagai kegiatan antara ASEAN dengan mitranya, seperti ASEAN – US PoA, ASEAN – China PoA, ASEAN – Canada PoA. , ASEAN – PoA India, ASEAN – PoA Selandia Baru, ASEAN – PoA Korea Selatan, ASEAN – POA Rusia.

Berbeda dengan upaya yang dilakukan pada pilar politik dan keamanan ASEAN, pada pilar ekonomi, kerjasama antar negara ASEAN di bidang perikanan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama dan terfokus pada peningkatan kerjasama pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Kerja sama perikanan di Asia Tenggara dimulai pada tahun 1967, dengan dibentuknya Southeast Asia Fisheries Development Center (SEAFDEC) untuk mendorong pengembangan sektor perikanan secara berkelanjutan.

Pelaku Illegal Fishing Hanya Dibina, Warga Beloan Ancam Demo

Kerja sama ini diperkuat melalui pembentukan ASEAN Sectoral Working Group on Fisheries (ASWGFi), mekanisme Track I di ASEAN di bawah koordinasi Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN (ASEAN Ministers of Agriculture and Forestry Meeting).ASEAN/AMAF) .

Kerjasama berkelanjutan di bidang perikanan semakin meningkat dengan dibentuknya ASEAN Fisheries Consultative Forum (AFCF) dan ASEAN Fisheries Consultative Forum Body (AFFCB) di bawah ASEAN Fisheries Working Group (ASWGFi) pada Oktober 2008.

Sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), perikanan merupakan salah satu sektor terpenting dalam kerja sama ASEAN mengingat potensi produksi yang besar dan wilayah laut yang luas.

ASEAN menyumbang sekitar 21,7 persen dari produksi dunia. Dengan kekuatan yang besar tersebut, koordinasi dan kerjasama antar negara ASEAN sangat diperlukan agar dapat memelihara sumber daya laut secara harmonis.

Tegas! Kkp Tangkap 4 Kapal Illegal Fishing Di Perairan Indonesia

(1) Pedoman penggunaan bahan kimia dalam peternakan unggas dan langkah-langkah untuk menghilangkan penggunaan bahan kimia berbahaya dalam operasi pertanian;

(5) Pedoman Upaya Pencegahan Masuknya Produk IUU ke dalam Rantai Pasokan (Pedoman Daerah Mencegah Masuknya Produk IUU ke Dalam Rantai Pasokan).

Prinsip-prinsip kebijakan yang ditetapkan dalam bentuk pedoman ini mengatur dan mendorong praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan, termasuk upaya untuk mencegah masuknya produk IUU Fishing ke dalam rantai pasok.

Illegal Fishing Merupakan Salah Satu Ancaman Terhadap

Selain 5 pedoman di atas, pada pertemuan AMAF ke-37 di Makati, Filipina pada September 2015, para menteri pertanian dan kehutanan ASEAN menyetujui standar dan pedoman di bidang perikanan, yaitu:

Bertaruh Nyawa Sampai Ke Laut Tetangga

Prosedur Operasi Standar (SOP) ASEAN untuk Perpindahan Langsung Hewan Perairan, Model Organisasi untuk Keseragaman Sistem Pemeriksaan dan Sertifikasi Produk Makanan Laut, dan Pedoman ASEAN untuk Pencegahan Tangkapan Sampingan dan Produk Sampingan IUU Fishing. Kalung.

Upaya meningkatkan kerjasama pemberantasan IUU Fishing di ASEAN tidaklah mudah. Perbedaan kepentingan dan perbedaan mendasar dalam memahami pentingnya IUU Fishing di ASEAN sebagaimana telah dijelaskan di atas merupakan tantangan utama dan mendasar dalam mengembangkan upaya tersebut di ASEAN.

Bahkan banyak negara yang secara terbuka menolak usulan dan tindakan Indonesia untuk membentuk instrumen pengikat regional di bidang pemberantasan IUU Fishing. Mereka khawatir langkah ini akan berdampak negatif terhadap perekonomian negara mereka.

Selamat Datang di Indonesia

Kerugian Negara Akibat Illegal Fishing, 101 Triliun Rupiah!

Kekuatan kelemahan peluang ancaman merupakan salah satu metode analisis, backlink merupakan salah satu contoh dari, batuk merupakan salah satu gangguan kesehatan yang terjadi pada sistem, kekuatan kelemahan peluang ancaman merupakan salah satu metode analisis yaitu, sakit maag merupakan salah satu gangguan pada fungsi lambung, osteoporosis merupakan salah satu kelainan tulang yang disebabkan oleh kekurangan, tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman hias, makrame merupakan salah satu contoh kerajinan yang menggunakan teknik, berikut yang merupakan salah satu ciri makanan sehat adalah, perasaan kembung pada perut merupakan salah satu indikator penyakit, gejala stroke merupakan salah satu akibat dari, sesak napas merupakan salah satu gejala awal penyakit

Related posts