Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar – Yogyakarta (05/02) – Kajian, Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Islam (KIITAB) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Sleman menggelar Sidang Al-Qur’an pada Sabtu, 5 Februari 2022 pukul 05:30 – 06:30 am WIB webinar tentang “Hukum Media Sosial Bagi Pelajar di Indonesia”. Saturday Morning Curran, memperkenalkan narasumber Agus Supriyanto, SH., SH., MSI., CM. (Dosen Hukum STAI Yogyakarta, Kandidat PhD Fakultas Hukum Syariah UIN Sunan Kalijaga, Mediator Pengacara dan Praktisi Hukum) dan Moderator Diana Leli Indratno, SE., MM (Anggota Pelatihan dan Pengembangan Cendekiawan Muda ICMI Sleman) .

Agus Suprianto, SH., SHI., MSI., CM dalam paparannya menyampaikan bahwa media sosial adalah media elektronik yang digunakan untuk berpartisipasi, berbagi dan membuat konten berupa blog, jejaring sosial, wiki, forum, dunia maya. , dan lain-lain dalam bentuk lain. Di era teknologi informasi yang terus berkembang, keberadaan media sosial semakin diperlukan, karena media sosial dapat digunakan sebagai sarana komunikasi, dan informasi publik dapat menjangkau semua pihak secara langsung dan cepat. Sebagai media komunikasi, media sosial memang bukan untuk aneka informasi dan inspirasi. , juga untuk ekspresi diri (

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

), dan tempat untuk “melepaskan” atau bahkan menyesal. Status media sosial terbaik adalah pembaruan status yang informatif dan inspiratif.

Edmodo, Learnboost Dan Schoology. Pages 1 11

, menyebutkan bahwa total pengguna media sosial di Indonesia adalah 268,2 juta; pengguna internet 150 juta; dan 150 juta pengguna aktif di jejaring sosial. Tidak sedikit pengguna jejaring sosial, lebih khusus usia sekolah, lebih khusus siswa muda dan SMA dengan rata-rata usia 12-18 tahun, yang sangat membutuhkan internet untuk kebutuhan sekolah onlinenya. Manfaat media sosial antara lain sebagai media untuk membangun silaturahmi, sebagai media untuk sharing karya tulis, untuk pembelajaran (online) dan networking, sebagai media untuk membuka peluang bisnis/kerja, sebagai media untuk “branding” pencitraan dan penginjilan, media sosial sebagai sumber informasi dan media sosial. untuk ekspresi kreatif. Selain bermanfaat, media sosial juga dapat memberikan dampak negatif seperti anak menjadi malas, anak tidak peduli lingkungan, kesulitan komunikasi, menyebarkan penipuan, umpatan, bullying dan mengirim pesan langsung ke anak tanpa filter. Kemudian menyalahgunakan media sosial lainnya yaitu menyebarkan berita palsu/SARA atau membuat kebencian, mengunggah gambar cabul, berbagi gambar korban kecelakaan/korban perang/meninggal, berbagi gambar korban perang, berbagi gambar anak-anak merokok, menggunakan kata-kata kotor untuk melampiaskan amarah di media sosial, judi atau pertaruhan, bullying dan fitnah di media sosial. Cyberbullying adalah segala bentuk kekerasan (mengejek, mempermalukan, mengintimidasi atau mempermalukan) yang dialami oleh anak/remaja dan teman sebayanya melalui dunia maya atau internet, teknologi digital atau telepon genggam.

Pengaturan hukum media sosial diatur dalam UU No.1. Junto UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Perubahan dan Tambahan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Keputusan Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu, MUI mengeluarkan Perintah Pembunuhan No.1. : No. 24 Tahun 2017 tentang UU dan Pedoman Muamara Media Sosial. Fatwa MUI menjelaskan, ada beberapa larangan muamalah di media sosial, salah satunya adalah

(saling berkelahi), menyebarkan kebencian; pelecehan, ujaran kebencian, dan permusuhan berdasarkan ras, agama, suku, atau kelompok; menyebarkan penipuan dan informasi palsu, bahkan dengan niat baik, seperti informasi tentang kematian orang yang masih hidup; menyebarkan materi pornografi, perbuatan asusila dan segala sesuatu yang dilarang oleh hukum syariah. Informasi, atau informasi yang terkait dengan media sosial, tidak boleh ditelan utuh, secara etis. Namun dalam hal memastikan sumber informasi, memastikan kebenaran isi informasi, menanyakan sumber informasi jika sumber informasi diketahui, dan meminta klarifikasi dari pihak yang berwenang dan berkompeten, diperlukan proses tabayyun.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan terkait tips media sosial dan menghindari ancaman UU ITE: a). Kenali lawan Anda dan jangan mudah percaya pada orang lain; b). Hati-hati terhadap pengguna jejaring sosial yang dengan sengaja menggunakan nama dan foto (anonim) palsu; c). Bersikap etis dan menggunakan bahasa yang baik; d).Mencantumkan sumber tentang hak cipta saat memposting;e).Pengumuman non-SARA;f). Tidak membuat, menyebarkan informasi palsu (HOAX) dan gambar/foto porno yang tidak diketahui asalnya; g). Tidak memberikan informasi pribadi dengan mudah di media sosial; dan h). Gunakan jejaring sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Path untuk berdiskusi tentang hal-hal positif dan atur waktu browsing Anda agar tetap produktif. Usai pemaparan materi, beberapa peserta webinar melakukan diskusi atau dialog dengan tanya jawab. Selain itu, sebelum acara ditutup, Ahmad Akbar Susamto, M.Phil., Ph.D selaku Ketua Orda ICMI Kabupaten Sleman menghimbau kepada seluruh orang tua, guru, dosen, pemerintah dan masyarakat untuk selalu mengedukasi masyarakat agar mereka melek hukum atau Baik di media sosial. Karena selalu ada bahaya yang mengancam dibalik sebuah aktivitas media sosial. Selain itu, siswa yang masih labil emosinya harus selalu diawasi. Semoga kita semua dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan benar-benar menuai manfaatnya serta terhindar dari segala mudharatnya. Amin

Hukum Media Sosial Bagi Pelajar Indonesia

Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang efektif dan efisien untuk mempersiapkan pendidikan Islam profesional yang berdedikasi pada kompetensi, daya saing dan keunggulan inovasi untuk memasuki keajaiban viral ini dan mulai menyebarkan desas-desus! Buzzy dibuat untuk semua penerbit dan majalah modern masa depan!

Teknologi semakin maju. Tidak dapat disangkal bahwa Internet menjadi semakin penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti dalam kegiatan sosial, pendidikan, bisnis dan sebagainya. Dengan munculnya internet, media sosial telah berkembang pesat.

Di kalangan remaja, penggunaan media sosial mempengaruhi gaya hidup remaja. Jejaring sosial memiliki banyak fitur menarik yang cenderung membuat mereka malas dan ketagihan. Situasi ini menyebabkan mereka membuang banyak waktu dan mengganggu aktivitas mereka. Senang bersekolah, belajar, makan, tidur, berinteraksi dengan lingkungan, dan membantu orang tua; lebih menyukai media sosial

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

Perkembangan internet di Indonesia sangat pesat dengan segala infrastruktur yang memadai, seperti handphone, laptop, dan biaya akses internet. Masyarakat Indonesia khususnya remaja semakin antusias menggunakan teknologi internet.

Pengaruh Teknologi Ber Smartphone Terhadap Remaja

.Karena kecepatan mereka, mereka memiliki akses ke media sosial, yang mengarah pada fenomena arus informasi yang sangat besar. Tidak hanya di negara maju, tapi juga di Indonesia. Media sosial juga mulai menggantikan peran media massa tradisional dalam menyebarkan informasi.

Media sosial seperti Facebook, Google, dan Twitter sepertinya sudah menjadi kebutuhan bagi anak muda Indonesia.

Kalaupun tidak, Anda akan dianggap mundur, kupu-kupu, Anda akan dikucilkan dari komunitas. Kehadiran media sosial tentunya memiliki dampak positif dan negatif.

Di kalangan anak muda saat ini, media sosial sering menjadi tempat untuk melepaskan semangat dan bertemu orang baru dengan cepat. Remaja ini sering berbicara tentang cinta, kasih sayang keluarga, kasih sayang dan sebagainya. Selain itu, remaja sering menggunakan media sosial untuk mengunggah foto, melihat foto, dan mengunduh foto, contohnya jejaring sosial yang digunakan remaja untuk berbagi foto adalah Instagram.

Pdf) Penggunaan Media Sosial Dalam Kalangan Remaja B40 Di Sekitar Lembah Klang (the Use Of Social Media Among B40 Adolescents In Klang Valley)

Terbukti secara empiris bahwa remaja sering mengungkapkan perasaannya di jejaring sosial, baik itu kemarahan, kesedihan, atau kebahagiaan. Mereka akan mengolok-oloknya dan bahkan memperburuk keadaan.

Penggunaan media sosial oleh remaja memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah banyak remaja menggunakan media sosial untuk beriklan, seorang mahasiswa yang membuat keripik kentang pedas juga mempromosikan produknya di Twitter dan Facebook. Akhirnya sekarang menjadi chip yang tersebar hampir di seluruh kota besar di Indonesia.

Media sosial juga dapat mempererat ikatan keluarga, dan orang-orang tetap dapat berkomunikasi satu sama lain meskipun berjauhan. Jejaring sosial juga dapat digunakan untuk menemukan orang yang dicintai, dan seorang ibu bahkan dipersatukan kembali dengan anaknya setelah berpisah selama 12 tahun.

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

Selain itu, pengaruh positif media sosial juga memotivasi mereka untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka temui secara online, akses informasi yang mudah. Jejaring sosial membuat anak-anak dan remaja lebih ramah, perhatian, dan penyayang serta memudahkan mereka untuk berkomunikasi

Kepentingan Media Sosial Dalam Perniagaan

Kelemahan dari penggunaan media sosial adalah dapat merusak kesehatan karena mendorong orang untuk mengisolasi diri. Peningkatan isolasi diri dapat mengubah cara kerja gen, mengacaukan respon imun dan kadar hormon. Selain itu, banyak remaja yang kecanduan menggunakan media sosial tanpa mengenal waktu, sehingga mengurangi produktivitas dan jiwa sosial mereka.

.Mulailah mencari aktivitas lain seperti; bergaul dengan teman-teman di dunia nyata, bergabung dengan organisasi, mengerjakan pekerjaan rumah.

Tidak apa-apa jika Anda memiliki banyak teman di dunia maya. Karena jika orang asing diterima sebagai teman di jejaring sosial, akan lebih mudah bagi orang asing itu untuk mengakses profil; berbagi informasi dengan kaum muda. Remaja tidak boleh terlalu akrab atau bahkan menjalin hubungan serius dengan teman online hanya karena tertarik pada wajah, keterampilan, atau hal lain yang belum tentu nyata.

Jauh lebih aman berteman dengan teman di dunia nyata daripada berteman dengan seseorang yang mungkin menyembunyikan identitas aslinya di dunia maya.

Contoh Karangan: Cara Memanfaatkan Media Sosial

Media sosial baik untuk remaja karena di media sosial mereka mendapatkan banyak informasi tentang teman mereka dan sebagainya. Namun, remaja harus bisa membagi waktunya antara orang tua, studi dan teman di dunia nyata. Negara – Jejaring sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan pengguna media sosial pun terdiri dari berbagai kalangan, termasuk remaja. Saat ini, banyak remaja mencari dan berbagi informasi di jejaring sosial.

Sayangnya, sangat sedikit orang yang salah informasi atau menggunakan media sosial dengan cukup bijak. Tentu saja, orang tua harus mengawasi penggunaan jejaring sosial oleh anak-anak mereka. Karena sama seperti orang dewasa, media sosial juga bisa memberikan pengaruh buruk bagi anak-anak, terutama remaja. Berikut beberapa dampak negatif media sosial bagi remaja seperti yang dipaparkan oleh The Health Site.

Media sosial adalah tempat untuk berinteraksi dengan orang lain,

Penggunaan Media Sosial Bagi Pelajar

Dampak media sosial bagi pelajar, manfaat sosial media bagi pelajar, dampak penggunaan hp bagi pelajar, penggunaan sosial media di indonesia, pengaruh sosial media bagi pelajar, pengaruh media sosial terhadap pelajar, manfaat penggunaan media sosial, dampak negatif sosial media bagi pelajar, penggunaan media sosial untuk pemasaran, penggunaan internet bagi pelajar, dampak negatif penggunaan internet bagi pelajar, contoh penggunaan iklan pay per click pada sosial media adalah

Related posts