Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai – Pernahkah Anda mendengar kata transistor? Jika belum, siapapun yang tertarik atau sedang bekerja di bidang elektronika harus tahu tentang komponen yang sangat penting ini. Transistor bisa dikatakan sebagai komponen elektronika yang membawa perkembangan teknologi ke era baru. Anda tidak perlu mengoperasikan komputer dengan berat hingga 30 ton berkat transistor. Ini adalah inovasi yang sangat berguna.

Nyatanya, masih banyak yang belum mengetahui bahwa transistor merupakan salah satu penemuan revolusioner yang hampir sepenuhnya mengubah perilaku berbagai sistem perangkat elektronik. Nah, bagi yang ingin mengetahui pengertian, jenis, cara kerja dan fungsinya, kami telah merangkum informasi lengkapnya di bawah ini.

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

Hal pertama yang perlu Anda ketahui tentang transistor adalah artinya. Transistor adalah komponen yang memiliki faktor bentuk kecil dan sering disebut sebagai komponen elektronika semikonduktor. Secara tidak langsung, komponen transistor pasti ada di setiap perangkat elektronik, seperti televisi, komputer, konsol game, catu daya, amplifier audio, pemutar audio atau video.

Komponen Elektronika Beserta Simbol Dan Fungsinya

Bentuk transistor ini memiliki tiga kaki, yang disebut kaki elektroda, yang terdiri dari sambungan, kolektor, dan emitor. Ketiga bagian ini memiliki fungsi seperti penguat, pemutus, konektor, modulasi sinyal dan pengaturan tegangan. Transistor merupakan salah satu komponen elektronika yang juga berperan dalam pengaturan arus agar arus listrik dapat mengalir dengan akurat melalui peralatan elektronika.

Istilah transistor secara harfiah berasal dari kata transfer yang berarti bergerak atau bergerak, dan kata resistance yang berarti menghalangi. Jadi, transistor adalah komponen elektronik semikonduktor yang berperan mengubah setengah dari bahan menjadi konduktor pada suhu tertentu.

Sebagai referensi, transistor ditemukan pada tahun 1948, tetapi baru pada tahun 1958 penggunaannya menjadi umum. Komponen elektronik ini ditemukan oleh tiga fisikawan: William Shockley, John Baden dan W.H Brattain.

Jenis transistor diklasifikasikan menurut kinerjanya. Secara umum, ada dua jenis transistor: transistor persimpangan bipolar atau bipolar dan transistor efek medan atau efek medan. Kedua transistor ini juga memiliki turunan yang digambarkan sebagai berikut:

Komponen Aktif Ialah Jenis Komponen Elektronika Yang Memerlukan Arus Listrik Agar Dapat Bekerja Dalam Rangkaian Elektronika Yang Dapat Menguatkan Dan Menyearahkan Sinyal Listrik

Transistor bipolar jenis ini memiliki dua kutub yaitu N dan P, yang terlihat dari ketiga kaki elektrodanya, yang terdiri dari basis (basis), kolektor (kolektor) dan emitor (pemancar). Jenis transistor bipolar memiliki mekanisme yang memungkinkan arus mengalir melalui basis, dan jumlah arus menentukan jumlah arus di emitor dan kolektor.

Tegangan arus biasanya antara 0,5 dan 0,7 volt, dan transistor bipolar datang dalam dua jenis dielektrik yang disebut NPN dan PNP. Kedua jenis turunan tersebut adalah singkatan, NPN negatif positif dan negatif, dan PNP positif negatif positif. Di bawah ini adalah uraian lengkap untuk membantu Anda lebih memahami dua turunan dari transistor bipolar.

Jenis transistor berikutnya adalah transistor efek medan yang banyak digunakan dalam komponen elektronika. Ini karena transistor efek medan atau FET beroperasi pada medan listrik atau tegangan yang diterapkan pada inputnya. Transistor ini memiliki tiga kaki yang disebut gate, drain dan source. Tidak seperti transistor bipolar, transistor efek medan mentransmisikan muatan hanya dari satu sisi, positif atau negatif.

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

Ada dua jenis Dielectric Field Effect Transistor: Junction Field Effect Transistor (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor (MOSFET). Untuk memahami cara kerja keduanya, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Rangkaian Lampu Flip Flop Sederhana Dengan 2 Transistor Dan Prinsip Kerjanya » Skemaku.com

Transistor merupakan komponen elektronika dengan berbagai fungsi dan keunggulan dalam dunia teknologi. Transistor berfungsi sebagai saklar elektronik yang bekerja seperti saklar mekanis. Secara umum, fungsi transistor adalah untuk meningkatkan aliran arus dari rangkaian input ke output. Berikut adalah macam-macam fungsi transistor pada perangkat elektronik yang membantu dalam berbagai aspek kehidupan.

Terakhir, semua informasi yang dapat Anda bagikan tentang transistor mencakup apa artinya, jenis transistor apa, cara kerjanya, dan apa fungsinya. Semoga informasi ini dapat mengisi perspektif Anda tentang komponen elektronik yang sangat berguna di era teknologi modern kita. Resistor adalah konduktor dengan nilai resistansi tertentu. Nilai resistansi resistor dinyatakan dalam ohm.

Fungsi resistor adalah untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Dengan menggunakan resistor, arus listrik dapat dibagi sesuai kebutuhan. Mereka bekerja sama dengan transistor dan kapasitor di sirkuit untuk menghasilkan resistor frekuensi tinggi dan rendah. Resistor dapat sebagai komponen terpisah atau dalam sirkuit terpadu (IC).

Resistor tetap adalah resistor dengan nilai resistansi tetap, biasanya resistor ini terbuat dari paduan karbon, kawat atau logam. Nilai resistansi ditunjukkan dengan kode warna atau angka pada badan resistor. Resistor ini sering digunakan sebagai pembatas konstan pada peralatan elektronik arus listrik. Contoh resistor tetap adalah resistor kawat, karbon, keramik, film karbon, dan film logam.

Cara Kerja Transistor Dalam Dunia Elektronik

Resistor tak tetap adalah jenis resistor yang nilai resistansinya langsung berubah akibat geser atau putar tuas yang ada. Selain panduan, perubahan resistansi ini juga dapat disebabkan oleh perubahan parameter

Seperti temperatur dan intensitas cahaya. Contoh resistor variabel adalah potensiometer, trimpot (potensiometer pemangkas), termistor (NTC dan PTC) dan LDR (resistor bergantung cahaya).

Kapasitor atau kapasitor adalah komponen elektronika yang memiliki fungsi menyimpan energi listrik dalam jangka waktu tertentu. Energi listrik yang tersimpan ini dapat habis sewaktu-waktu, tergantung dari jumlah listrik yang tersimpan. Kapasitor memiliki fungsi yang sama dengan baterai, perbedaannya adalah masa pengisian kapasitor tidak berlangsung lama. Kemampuan kapasitor untuk menyimpan energi listrik dinyatakan dalam farad. Saat menggunakannya, satuan Farad jarang digunakan karena terlalu besar. Kapasitansi kapasitor biasanya dinyatakan dalam mikrofarad, nanofarad, dan picofarad. Kapasitor dibangun sebagai dua pelat konduktor dengan dielektrik di antaranya.

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

Menurut polaritasnya, kapasitor dibagi menjadi dua jenis: polar dan non-polar. Kapasitor terpolarisasi adalah kapasitor yang memiliki polaritas sendiri (positif dan negatif) dan keduanya tidak dapat dibalik. Kapasitor ini hanya bisa digunakan untuk tegangan DC dan biasanya berukuran besar. Kapasitor non-polar adalah kapasitor yang tidak memiliki kutub dan dapat dipasang bolak-balik di antara kedua ujungnya. Kapasitor ini dapat digunakan dengan voltase variabel dan umumnya dengan nilai kecil, nanoFarad dan picoFarad. Tegangan kerja kapasitor non-polar 250V hingga 750V.

Jenis Jenis, Fungsi Beserta Simbol Komponen Elektronika

Selain itu, menurut kapasitansi atau kapasitasnya, kapasitor juga dapat dibagi menjadi dua kelompok: kapasitor tetap dan tidak tetap. Kapasitor tetap adalah kapasitor yang nilai kapasitansinya selalu tetap. Kapasitor variabel adalah kapasitor dengan nilai kapasitansi variabel. Kapasitor variabel dapat dibagi menjadi dua jenis: kapasitor pemangkas dan kapasitor variabel (varco).

Induktor, disebut juga kumparan, adalah komponen elektronika yang terdiri dari susunan gulungan kawat yang membentuk kumparan. Induktor menghasilkan medan elektromagnetik ketika arus mengalir melaluinya. Satuan induktansi yang digunakan dalam induktor adalah henry (H).

Transistor (resistor transfer) adalah komponen elektronik yang terdiri dari tiga terminal: basis (B), emitor (E) dan kolektor (C). Transistor biasanya digunakan untuk menggantikan sakelar tradisional. Ini karena transistor dapat melewati dan memblokir arus besar dengan sejumlah kecil arus kontrol.

Transistor adalah salah satu semikonduktor yang paling banyak digunakan dalam sakelar dan amplifier. Selain berfungsi sebagai saklar, transistor juga berfungsi sebagai penguat arus, tegangan, penguat arus (AC dan DC), penyearah, pencampur dan osilator. Secara umum, ada dua jenis transistor: transistor bipolar dan transistor FET (transistor efek medan).

Dasar Dasar Teknik Elektronika

Transistor bipolar adalah transistor dengan dua persimpangan kutub. Transistor bipolar terdiri dari transistor NPN dan transistor PNP. Transistor bipolar disebut NPN, PNP karena satu transistor terdiri dari tiga lapisan semikonduktor. Transistor efek medan adalah transistor bipolar yang dikembangkan dari batas kemampuan bahan semikonduktor dan merupakan transistor dengan tiga kaki yang sama dengan transistor bipolar. Tiga kaki terminal transistor efek medan adalah drain (D), source (S) dan gate (G). Transistor efek medan ini disebut juga transistor unipolar karena hanya memiliki satu kutub.

Dioda adalah komponen elektronik dasar yang memiliki fungsi untuk mengalirkan arus. Dioda hanya dapat mengalirkan arus dalam satu arah dan tidak dapat mengalir dalam arah yang berlawanan. Dioda terdiri dari anoda dan katoda, tempat anoda berada. Bagian yang terhubung ke terminal positif catu daya dan katoda yang terhubung ke terminal negatif. Dioda dapat memungkinkan arus mengalir dari anoda ke katoda, dan jika kedua polaritas dibalik (katoda di atas anoda), tidak ada arus yang mengalir. Dioda memiliki banyak variasi, seperti dioda pemancar cahaya (LED), dioda zener, dan dioda SCR (silicon controlled rectifier).

Rangkaian terpadu atau komponen elektronika yang sering disingkat IC adalah komponen elektronika yang terdiri dari gabungan ratusan atau jutaan transistor, resistor, dan komponen lainnya yang digabungkan menjadi satu rangkaian elektronik komponen kecil. Berdasarkan fungsinya, IC dapat dikelompokkan menjadi IC Timer, IC Comparator, IC Logic Gate, IC Switching dan IC Amplifier.

Transistor Adalah Komponen Elektronika Yang Berfungsi Sebagai

IC sendiri memegang peranan penting dalam bidang elektronika. Aplikasi IC pada perangkat elektronik dapat memperkecil ukuran perangkat elektronik. Sebagian besar sirkuit elektronik modern menggunakan IC. Dengan mengadopsi IC kecil, hemat ruang dan praktis, mereka banyak digunakan di berbagai sistem dan perangkat elektronik, termasuk sistem elektronik otomotif.

Komponen Elektronika Dioda

Dalam rangkaian elektronika komponen thermistor berfungsi sebagai, alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal adalah, komponen penginderaan jauh yang berfungsi sebagai perekam energi matahari yaitu, komponen transmisi otomatis yang berfungsi sebagai kopling otomatis adalah, solenoid coil adalah salah satu komponen yang terdapat di dalam injector yang berfungsi sebagai, pada kontaktor magnet yang berfungsi sebagai nc adalah, komponen elektronika transistor, kumpulan transistor yang dipadatkan dalam komponen elektronika adalah merupakan, komponen ac yang berfungsi merubah gas menjadi cairan refrigerant adalah, komponen pada sistem ac yang berfungsi memutus dan menghubungkan putaran kompresor dengan putaran mesin adalah, komponen sistem pelumasan sepeda motor 4 langkah yang berfungsi sebagai pemisah kotoran oli adalah, komponen sistem pelumasan yang berfungsi untuk mengatur tekanan oli agar tidak terlalu tinggi adalah

Related posts