Apresiasi Karya Seni Budaya Nusantara Adalah Sikap Kepekaan Seseorang Dalam

Apresiasi Karya Seni Budaya Nusantara Adalah Sikap Kepekaan Seseorang Dalam – Pemberitahuan Penting Pemeliharaan server terjadwal (GMT) adalah Minggu, 26 Juni, dari pukul 02.00 hingga 08.00. situs akan tidak aktif selama periode yang disebutkan!

325 Sumber: Tekstil, Buku Penerbangan PSN Gambar 5.40. Fabrikasi pola dengan tie-dyeing Sumber: kain bukan tenunan Indonesia dari Owa, Indonesia Gambar 5.41. Beberapa contoh sulaman pada kain berwarna

Apresiasi Karya Seni Budaya Nusantara Adalah Sikap Kepekaan Seseorang Dalam

Apresiasi Karya Seni Budaya Nusantara Adalah Sikap Kepekaan Seseorang Dalam

3265.6. Ekspresi Melalui Penciptaan Seni Rupa Tujuan pembelajaran seni rupa secara umum adalah untuk mengembangkan keterampilan dalam berapresiasi, berekspresi dan berkarya. Untuk siswa Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan (VET), perhatian harus diberikan pada keterampilan ekspresif mereka pada tingkat perkembangan ini; dalam pelatihan untuk profesi yang lebih spesifik. Keterampilan yang akan dikembangkan antara lain mengelola selera, mengembangkan kreativitas, dan kepekaan mengembangkan keterampilan kerja sesuai dengan bakat dan minat masing-masing Bab ini memberikan contoh pembelajaran yang berkaitan dengan apresiasi bagi siswa SMK, dan keterampilan kreatif, teknik melukis ekspresif, dan teknik seni adalah tiga keterampilan yang diharapkan siswa SMK : 1. Nilai: a. Mengenal orisinalitas ide dan metode, kepekaan dalam penciptaan seni b. Menghargai orisinalitas ide dan teknik dalam berkarya. 2. Penjelasan: a. Keterampilan dasar dalam visualisasi b. Mampu mengungkapkan ide dan kreatifitas yang berbeda 3. Keterampilan: a. Desain karya seni menggunakan beberapa mode ekspresi b. Mengatur karya seni secara tematis dan memecahkan masalah c. Penyiapan karya seni rupa (portofolio) karya sendiri untuk pameran di kelas atau di sekolah Tujuan Mata pelajaran seni rupa untuk SMK bertujuan untuk membentuk keterampilan pada siswa sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui dan mengembangkan keterampilan dalam berbagai kegiatan kreatif; artefak dan produk teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia 2. Memperoleh kesadaran estetis dan penghargaan terhadap artefak dari berbagai wilayah nusantara. 3. Mampu mengidentifikasi peluang di daerah setempat yang dapat dikembangkan melalui kegiatan profesional. 4. Memiliki sikap profesional dan kewirausahaan

Buku Seni Budaya

Mata Kuliah 327Scope Seni Rupa untuk Sekolah Menengah Kejuruan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1. Keterampilan kejuruan 2. Portofolio dalam konstruksi pengetahuan jenis usaha, jenis, tata kerja, produksi, praktik seni dan seni rupa. Pembelajaran seni ini secara terpadu dengan mata pelajaran lain 5.7. Seni Batik Seni batik yang berkembang saat ini merupakan kelanjutan dari seni batik sebelumnya. Fokus pengembangan batik di Jawa Barat saat ini berada di wilayah Cirebon. Ketika kita membatik, kita mengenal empat cara membuatnya, yaitu biasanya dengan menulis dengan semboyan yang disebut batik tulis, mencetak dengan cap yang disebut batik, mengikat dengan dasi batik atau tali/benang yang disebut jumputan dan sablon, lalu batik cap atau biasa kita sebut batik. Gerak pada batik tulis dibuat dengan menambahkan lilin pada permukaan kain yang sudah digambar dengan alat tongkat/sikat. Sedangkan motif batik cap dibuat dengan stempel atau stempel logam yang dicetak di atas lilin atau kain. Motif batik cap dicetak dengan cara mencetak larutan naftol pekat pada permukaan kain dengan menggunakan penjepit, sedangkan motif batik ikat disambung dengan benang atau benang plastik sehingga membentuk pola yang diinginkan. Proses selanjutnya melibatkan merendam kain dalam larutan pencuci napthol, pewarna garam dan air. Khusus untuk batik printing, pewarnanya langsung dicelupkan ke dalam larutan garam. Proses pencelupan harus diulang untuk menghasilkan warna batik yang baik.

328 Sumber: Owadan Indonesia, Tenunan Indonesia Gambar 5.42. Contoh proses membatik adalah proses selanjutnya yang disebut proses pembentukan lilin. Cara melakukannya adalah dengan merendam kain yang diwarnai dalam air panas, yang dikenal dengan soda abu bubuk atau soda ASH. Produk sekali pakai yang dihasilkan dari kerajinan ini adalah kain, selendang, permadani, tempat tidur, bantal, hiasan dinding, gorden dll. Pembahasan berikut adalah penjelasan tentang bahan, peralatan, dan langkah-langkah pembuatan karya seni batik tulis. Untuk lebih jelasnya harap diperhatikan 1) Tahap desain motif Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah kain katun, gambar pola atau mal, pensil 4B-5B dan cermin meja. Motif dapat dibuat pada kain dengan menjiplak pola/corak yang telah disiapkan atau dapat ditulis langsung pada kain. Agar menghasilkan gambar motif yang bagus, pembuatan prasasti dilakukan di atas papan kaca. Jika banyak lilin/kotoran pada kain, sebaiknya kain dicuci dengan sabun terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar warna mudah terserap pada proses pencelupan selanjutnya 2) Tahap Waxing Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini: x Kain, jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain dengan bahan baku; dari katun (katun) atau sutera, seperti blacu, poplin, bircolin, asma, prima, presima, vealisima, linen dan sutera.

329x Malam, malam batik, malam longgar (berwarna kuning dan lebih banyak tanah liat), malam cetak (berwarna coklat, sifat kurang kuning dan tanah liat), malam cetak (berwarna coklat, lebih sedikit tanah liat) dan malam putih/parafin (hitam dan mudah patah) x Kanting, kantek yang digunakan untuk membatik, kuk (lubang kecil), kanting klowong (lubang sedang) dan kantil nembok (lubang besar) x Alat penyangga, Alat penyangga yang digunakan pada tahap ini adalah kompor kecil, kengeng, wajan, dll . Sebelum memulai proses waxing, panaskan wax di dalam panci di atas kompor hingga meleleh. Proses waxing dilakukan dengan cara menuliskan cairan lilin pada permukaan kain menggunakan alat canting. Cara penulisannya mengikuti denah motif dari kiri ke kanan dan dari atas ke atas. Kuas digunakan untuk menggambarkan malam di area yang luas. Sumber: Owadan Indonesia, Tenunan Indonesia Gambar 5.43. Proses pengeleman kain batik cap Prada 3) Tahap Pencelupan Bahan dan peralatan yang digunakan pada tahap ini adalah pewarna batik : x Napthol sebagai warna dasar, selanjutnya warna akan dibuat menggunakan garam (garam diazo). Naptol terdiri dari naptol AS, naptol ASLB, naptol ASGR, naptol ASG, naptol ASD, naptol ASBO dan naptol ASOL. Daun bawang adalah pewarna alami lainnya. ASN Naphthol Red, Blue, Purple, Orange dan Black digunakan untuk membuat ASLB Naphthol

330 untuk menghasilkan warna coklat, ASGR naptol berwarna hijau dan ASG naptol untuk menghasilkan warna kuning x Garam warna (garam diazo) berfungsi untuk menghasilkan warna. Salt blue salt B, blue salt BB, dark salt B, black B, dark red GP, orange salt GC, dan blue green salt B.x Rapidogen, menyebabkan perubahan warna. Fast, RH Fast Red, RH Orange Fast, BN Fast Blue, BN Fast Brown, GCH Fast Yellow dan G.x Fast Black adalah bahan tambahan.Bahan tambahan yang diperlukan untuk menyiapkan larutan pewarna batik adalah TRO (Turkey Red Oil) dan soda. api (Log 380 BE). Minyak medium TRO, cair berupa soda kaustik (Log 380 BE), disebut juga soda kaustik kristal, langkah-langkah penambahan warna pada batik cap: a. Aplikasi Warna Cepat Aplikasi Warna Cepat dilakukan dengan mewarnai bagian gambar yang diinginkan dengan cepat. Warna ini hanya digunakan sebagai variasi agar batik lebih menarik. Aduk cepat dengan minyak TRO hingga kental, lalu tambahkan air dingin dan aduk kembali hingga merata. Persamaannya 1 sendok makan fast food : 2 sendok makan minyak TRO : 1 gelas besar air dingin.b. Proses Pencelupan Proses pencelupan dalam pembuatan batik dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama pencelupan dalam larutan naptol (tangki I), kedua pencelupan dalam larutan garam pewarna (tangki II), dan ketiga perendaman dalam air cucian; . (Blok III). Proses pencelupan dilakukan berulang kali hingga menghasilkan warna yang memuaskan. Langkah Penghilangan Wax Untuk melunakkan atau memudarkan wax pada kain batik yang sudah jadi selama proses pencelupan, kain ditaruh dalam panci berisi air panas yang dicampur dengan soda ash (SodaASH) dan soda kaustik (soda caustic). Proses melarutkan kain adalah dengan memasukkannya ke dalam pot, oleskan potongannya semalaman, lalu cuci dengan air bersih, lembabkan dan angin-anginkan.

Seni Budaya Asaida 2020 Pts Pertanyaan & Jawaban Untuk Kuis Dan Lembar Soal

3315.7.1. Alat dan Bahan Batik1. Perlengkapan membatik. Kanting Kanting adalah alat utama yang digunakan dalam membatik, ukiran digunakan untuk mengukir lilin cair (ekspresi) untuk membuat gerakan membatik. Ada beberapa bagian dari lagu tersebut, yaitu: x Gagang Gagang adalah bagian yang berfungsi sebagai pegangan pembatik pada saat menggunakan kaleng untuk mengeluarkan cairan lilin dari panci dan menyendok cairan lilin. kain (foto). Pegangannya biasanya terbuat dari kayu ringan. Nyamplung (tangki kecil) Nyamplung adalah bagian dari lagu yang berfungsi sebagai wadah cairan lilin dalam proses membatik. Nyamplung tembaga x Cucuk atau Cucuk karat memiliki ujung lagu dan lubang untuk mengalirkan cairan lilin dari nyamplung. Ukuran dan jumlah biji dapat bervariasi tergantung spesiesnya. Lubangnya terbuat dari tembaga. Posisi botol harus selalu berlubang, jika hard wax ditutup dengan cairan wax, dapat dilubangi lagi saat hidung direndam dalam cairan wax panas, dan hard barrier akan larut. Pada saat yang sama, jika kilap tidak mengeras, dapat digunakan dengan pel lantai berlubang. Sumber: Pribadi Indra, ilustrasi Gambar 5.44. Fragmen gigi b. Kuas Pada umumnya kuas digunakan untuk melukis, namun dalam pembuatan batik, kuas juga dapat digunakan untuk nonyoki, yaitu mengisi sebagian besar motif secara menyeluruh dengan lilin. Bisa juga digunakan untuk menggambar

332 kesan pada kain yang diwarnai. Anda dapat menggunakan kuas cat minyak, kuas cat air, atau kuas cat tembok untuk area yang sangat luas c. Kompor Minyak Tanah Kompor minyak tanah digunakan untuk memanaskan malam agar menjadi cair, pilihlah kompor yang kecil, tidak perlu yang besar. Pembuat batik tradisional sering menggunakan anglo atau pendingin. Inggris memiliki batu bara sebagai bahan bakar. Kelemahan dari brazer/kulkas adalah asap yang dihasilkannya, tidak seperti oven yang tidak menghasilkan banyak asap. Memilih

Karya seni budaya, pengertian apresiasi karya seni, apresiasi seni budaya, tujuan apresiasi karya seni, contoh apresiasi karya seni, apresiasi karya seni rupa, apresiasi seni tari nusantara, apresiasi karya seni, pengertian apresiasi karya seni rupa, seni budaya nusantara, pengertian apresiasi seni budaya, apresiasi karya seni rupa terapan nusantara

Related posts